KOMPAS Lucu 17Mei – 6Juni 2009

June 7, 2009

Pasien Dioperasi dengan Bor
Kamis, 21 Mei 2009 | 09:08 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com — Seorang dokter di Australia mempergunakan alat bor untuk bangunan guna membuka tengkorak seorang anak dan menyelamatkan nyawanya.Langkah itu diambil karena sang pasien mengalami penggumpalan darah di otak, sementara rumah sakit kekurangan peralatan medis yang diperlukan.dr Rob Carson melakukan operasi terhadap Nicholas Rossi (13), setelah anak itu jatuh dari sepeda dan kepalanya terbentur.

Ayah pasien mengatakan bahwa keputusan dokter untuk melakukan improvisasi peralatan berhasil menyelamatkan anaknya. “Ini bukan prestasi pribadi, ini hanya melakukan tugas saja,” ujar dr Carson.

Nicholas Rossi tampak dalam keadaan stabil sesaat setelah jatuh dari sepedanya. Namun, ibunya yang seorang perawat melihat bengkak di kepalanya dan memutuskan untuk membawa dia ke rumah sakit setempat. Sesampainya di rumah sakit, Nicholas antara dalam keadaan sadar dan tidak sadar.

“dr Carson datang dan mengatakan, ‘Saya harus membuat lubang di tengkoraknya untuk membuang tekanan di otaknya.’ Kita hanya punya satu kesempatan,” ujar ayah pasien itu.

Rumah sakit kecil tidak memiliki alat operasi khusus sehingga tim medis harus mempergunakan alat bor bangunan. dr Carson menelepon seorang ahli bedah saraf yang memberi bantuan kepadanya dalammelakukan operasi tersebut dengan memberi tahu lokasi di kepala untuk dibor dan seberapa dalam. Setelah operasi ini, Nicholas Rossi dibawa ke rumah sakit yang lebih besar di Melbourne.

http://kewlshare.com/dl/452cf5bd8708/KOMPAS_Juni07.rar.html


KOMPAS Seru 13 Mei 2009

May 13, 2009

KOMPAS.com — TERINPIRASI dengan film James Bond, sebuah produsen Prox Dinamika asal Norwegia membuat helikopter. Namun, helikopter yang diciptakan hanya seukuran kotak rokok yang dapat digunakan untuk kegiatan mata-mata di udara.

Dengan ukuran hanya sebesar korek api, helikopter yang diberi nama PD-100 Black Hornet nanocopter ini dapat membantu prajurit masa depan dalam memberikan informasi intelijen pertempuran, dengan hanya digerakkan melalui remote control jarak jauh.

Lho, heli mainan? Jangan salah. Black Hornet ini sangat canggih karena dikendalikan dari jarak jauh. Selain itu, heli ini bisa melakukan berbagai manuver yang jelas tidak dimiliki oleh heli mainan. Teknisi di belakang pembuatan Black Hornet ini telah mengembangkan miniscule pesawat terbang yang akan melakukan semua hal, mulai dari memperlambat dan mempercepat gerakan, melayang, dan melakukan hal-hal yang rumit. Misalnya terbang di dalam atau di luar ruangan.

Dengan berat hanya 0,5 gram, heli ini bahkan lebih kecil dari baterai helikopter mainan. Alat mata-mata ini menggunakan motor listrik untuk menjalankannya. Microcopter mengunakan 4 rotor baling-baling. Heli ini dapat membawa sebuah kamera digital kecil dan dapat terbang dengan kecepatan 20 mil per jam.

“Helikopter ini dapat dibawa dalam kantong dan dapat segera disiapkan dalam hitungan detik,” ujar Petter Muren, bos produsen Prox Dinamika. “Heli ini akan bermanfaat dalam situasi yang gawat dan digunakan dalam situasi pertempuran atau dalam gedung yang tertutup. Kami akan membuat versi sipil dan militer dari Black Hornet, tetapi hanya akan dijual kepada pemerintah dan badan intelijen.” katanya.

Jika terjadi sesuatu pada helikopter ini, seperti baterainya rusak atau terjatuh, jangan khawatir. Beberapa penggantian dapat dilakukan dengan mudah. Pihak perusahan memberikan paket standar dengan tiga pesawat terbang, sebuah saku kontrol, dan pengisi daya. (dailymail/dri)

Download 200 Kb Kumpulan KOMPAS Lucu awal mei..


KOMPAS-Lucu Mei-2009 (1)

May 4, 2009

Kirim “Pesan” Melalui Hiu
Kamis, 23 April 2009 | 13:38 WIB

CANBERRA, KOMPAS.com — Ikan hiu hidup di depan pintu kantor sebuah surat kabar lokal di Australia. Hal ini membuat polisi setempat bingung, Kamis (23/4). Polisi pun berjanji akan menyeret ke pengadilan orang yang meninggalkan hiu itu dengan dakwaan berbuat kejam terhadap binatang.

Ikan hiu muda Port Jackson tersebut, yang memiliki panjang sekitar 70 sentimeter, ditinggalkandi tempat gelap di luar kantor Warrnambool, di pantai tenggara negara bagian Victoria.

“Kami tiba dan menyiram air ke ikan itu untuk melihat apakah hewan tersebut masih bernapas dan ikan hiu itu bergerak sebentar,” kata personel polisi Jarrod Dwyer kepada stasiun radio negara bagian. “Saya berjalan ke McDonalds dan meminjam ember dari mereka dan mengisi air, dan kami mengangkat ikan hiu tersebut serta menaruhnya di dalam ember dan kemudian membawanya ke bendungan pemecah ombak serta melepaskannya ke air,” katanya.

Ikan hiu Port Jackson dapat tumbuh sampai 1,6 meter dan secara khusus memakan hewan air yang berkulit keras, ikan, dan landak laut. Hewan tersebut berkeliaran dalam gelap dan biasa ditemukan di seluruh pantai Australia tenggara.Dwyer mengatakan, surat kabar itu tak tahu mengapa seseorang meninggalkan ikan hiu di luar kantornya. “Mereka tidak mengetahui ada orang yang ingin mencelakai mereka atau ingin mengirimi mereka sejenis pesan, jadi kami bingung,” katanya.

Download Kumpulan KOMPAS Lucu – 200 Kb


KOMPAS-Lucu 22-04-2009

April 21, 2009

Edisi Pack and Download, he2..

Sample :

Takut Digigit Ular? Sudah Enggak Zaman!
Jumat, 17 April 2009 | 08:01 WIB

KOMPAS.com — Berita ular menggigit manusia sepertinya sudah biasa. Kali ini terbalik, seorang lelaki Kenya menggigit seekor ular piton yang membelitnya dan mengangkatnya ke atas pohon.

Lelaki itu berjuang mempertahankan hidupnya dengan membebaskan diri dari belitan kencang ular besar tersebut selama beberapa jam. Demikian disampaikan media massa setempat, Rabu (15/4).

Ben Nyaumbe, manajer peternakan, yang tengah bekerja di kawasan Malindi, tepi pantai Kenya, menginjak seekor ular besar yang sedang memburu mangsa. ”Saya menginjak sesuatu yang lembek di tanah. Tiba-tiba saja kaki saya langsung dililit oleh badan seekor ular piton yang sangat besar,” ujarnya kepada harian Daily Nation.

Ular itu dengan cepat membelit sekujur tubuhnya dengan badannya yang panjang, mulai dari kaki hingga naik ke dadanya. Walaupun terbelit erat dan kesakitan, Nyaumbe tidak pasrah begitu saja.

”Saya harus menggigitnya,” demikian pikirnya antara hidup dan mati. Dia lalu menggigit ular itu.

Tampaknya si ular tidak begitu merasakan gigitan Nyaumbe, ular itu masih kuat menariknya ke atas pohon. Ketika belitan terasa mengendur, dia berhasil meraih telepon seluler dari sakunya dan meminta bantuan sehingga dia pun diselamatkan.

[Download disini]


KOMPAS Lucu 4-6 April

April 7, 2009

Anjing Kesayangan PM Rusia Dilengkapi Alat Pelacak
Sabtu, 4 April 2009 | 06:48 WIB

KOMPAS.com — Anjing kesayangan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin ini memang lain dari yang lain. Maklumlah, anjing milik pemimpin penting dunia. Namanya Koni, jenisnya black labrador.

Jangan coba-coba mencuri Si Koni lantaran di kalung leher si anjing ada alat pelacaknya. Putin bisa melacak posisi Si Koni berkat bantuan satelit baru Rusia, Glonass, satelit sistem posisi global yang memang diperuntukkan melacak posisi ternak.

Cerita kalung GPS Si Koni pun berawal dari sebuah pertemuan pejabat-pejabat Rusia yang waktu itu tengah membahas kehebatan satelit Glonass ini. Di tengah pembicaraan serius, Putin menyela mereka: bisakah alat itu di pakaikan pada anjingku? Alat pelacak yang dipakai Si Koni hanya seberat 170 gram, tetapi dilengkapi dengan pemancar.

Ada lagi cerita lain soal Koni. Cerita ini terjadi saat pertemuan partai berkuasa Rusia di Novo-Ogaryovo, Rabu (1/4).
Para tokoh partai tengah berbincang tentang bagaimana cara mendorong industri makanan lokal. Diam-diam, Si Koni menyelinap ke ruangan yang sudah disiapkan untuk jamuan makan para pejabat tinggi partai. Yang ini tentu tak bisa ”dilacak” satelit lantaran Si Koni dengan lahapnya menyantap sajian makanan yang sudah disiapkan untuk para petinggi. (AP/Reuters/sha)

Koran Yahudi Haramkan Foto Menteri Wanita
Sabtu, 4 April 2009 | 18:34 WIB

TEL AVIV, KOMPAS.com — Dua koran Yahudi ultraortodoks mengganti foto kabinet baru Israel saat dilantik dengan menghilangkan foto dua menteri wanita.

Koran Yated Neeman mengubah foto 30 anggota kabinet itu dengan mengganti foto dua menteri wanita dengan foto dua pria. Adapun koran Shaa Tova menghilangkan foto dua wanita menteri itu.

Sebagian besar penganut Yahudi ultraortodoks mengharamkam foto wanita dipajang. Menurut mereka, menampilkan foto wanita dianggap melanggar kesucian wanita.

Sementara itu, sejumlah koran Israel lain mencetak kembali foto yang dicopot itu dan menyandingkannya dengan foto asli dan diberi judul headline “Temukan Sang Ibu”.

Masyarakat Yahudi ultraortodoks memisahkan diri dari pergaulan masyarakat pada umumnya dengan memegang teguh praktik keagamaan mereka. Mereka biasa berpakaian panjang dengan topi hitam. Mereka melarang penganutnya mengakses situs-situs yang dianggap bertentangan dengan ajaran Yahudi.

Facebook Gagalkan Upaya Bunuh Diri
Minggu, 5 April 2009 | 03:57 WIB

LONDON, KOMPAS.com – Seorang remaja pria Inggris yang mencoba bunuh diri akhirnya tertolong setelah seorang sahabatnya di situs jejaring sosial Facebook menginformasikan hal itu ke polisi.

Remaja berusia 16 tahun dari Inggris itu sempat berbincang ke salah satu sahabat online-nya, yang menetap di Maryland, AS. Kepada seorang sahabat wanita di AS, remaja ini menyampaikan keinginannya bunuh diri.

Wanita AS ini kemudian menyampaikan rencana bunuh diri sahabatnya ke ibunya yang kemudian meneruskan informasi itu dengan melibatkan kontak Gedung Putih, Kedutaan Besar Inggris serta satuan kepolisian Inggris dan AS.

Polisi Inggris akhirnya dapat melacak keberadaan remaja itu di sebuah rumah di Oxford. Remaja ini sempat overdosis obat bius sebelum akhirnya berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke rumah sakit.

Remaja Inggris tersebut menulis pesan di Facebook: “Aku akan pergi untuk melakukan sesuatu yang menurutku akan diketahui oleh setiap orang nantinya.” Pesan ini dipostingnya tepat sebelum 23.30 Rabu (1/4) malam.

Sahabatnya yang khawatir setelah mengetahui pesan itu segera menyampaikan hal itu ke ibunya. Sang ibu tak membuang waktu lebih lama dengan mengontak polisi di AS yang kemudian membentuk komunikasi dan kerja sama dengan polisi Inggris.

Sahabat Facebook dari AS itu hanya dapat menyediakan informasi ke polisi tentang nama teman di Inggris itu dan sekolahnya Oxfordshire. Namun, polisi kemudian berhasil memfokuskan pencarian pada 8 alamat rumah di Oxfordshire.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan ke setiap rumah yang ditargetkan dan berhasil menemukan remaja itu pada rumah ke-4 yang dituju dan berada tepat di luar Oxford. Saat ditemukan, remaja ini berada dalam kondisi hampir tak sadarkan diri akibat overdosis obat bius.

200 Masjid di Mekah Tidak Menghadap Kiblat
Senin, 6 April 2009 | 03:11 WIB

MEKAH, KOMPAS.com — Beberapa laporan dari Arab Saudi menyebutkan, sekitar 200 masjid di kota suci Mekah tidak menghadap ke arah kiblat.

Surat kabar Saudi Gazette melaporkan, Minggu (5/4), orang-orang yang melihat ke bawah dari atas gedung-gedung tinggi yang baru di Mekah menemukan, mihrab di banyak masjid tua Mekah tidak mengarah langsung ke Kabah.

Saat menunaikan shalat, warga Muslim sedapat mungkin menghadap ke Kabah, bahkan kalau diperlukan, bisa menggunakan kompas khusus untuk mencari arah kiblat itu. Kabah tersebut terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah.

Wartawan BBC, Sebastian Usher, mengatakan, pihak berwenang belakangan melakukan pembangunan kembali kawasan di dan sekitar Masjidil Haram. Namun, masjid-masjid lama di Mekah tetap dipertahankan keberadaannya. Kini bila dilihat dari gedung-gedung tinggi yang baru, sejumlah warga menemukan lokasi mihrab di sebagian masjid tersebut tidak tepat arah.

Pada saat masjid-masjid tersebut dibangun, digunakan perkiraan kasar arah kiblat karena saat itu belum ada alat yang akurat. Sebagian warga mengatakan, ibadah mereka mungkin tidak sah. Namun, seorang pejabat Arab Saudi mengatakan, ibadah shalat mereka tidak akan terpengaruh. Sebagian orang menyarankan sinar laser dipancarkan dari kubah Masjidil Haram untuk menunjukkan arah kiblat yang tepat.


KOMPAS Lucu 1-3 April

April 7, 2009

Burung Dara Selundupkan Ponsel ke Penjara
Rabu, 1 April 2009 | 10:49 WIB

SAO PAULO, KOMPAS.com — Para narapidana menemukan ide kreatif untuk menyelundupkan telepon seluler ke sebuah penjara di Brasil, yakni melalui burung dara.

Para sipir di Penjara Danilio Pinheiro dekat kota Sorocaba memelototi seekor burung dara yang nangkring di atas tiang listrik, pekan lalu. Sebuah tas kain kecil terikat di salah satu kakinya.

“Para sipir menangkap burung itu setelah membujuknya turun dengan makanan. Mereka menemukan komponen telepon seluler di dalam tas itu,” kata Celso Soramiglio, anggota polisi Sorocaba, Selasa (31/3). Sehari kemudian, burung dara lain tertangkap membawa tas serupa sedang memasuki halaman penjara. Polisi menemukan charger ponsel di dalam tas itu.

Soramiglio mengatakan, polisi belum menemukan nama napi yang akan menerima ponsel itu. “Beberapa dari mereka adalah anggota geng kriminal yang menggunakan ponsel untuk berbicara dengan keluarga dan teman-teman serta memberi dan menerima pesan untuk melakukan kejahatan di luar penjara,” kata Soramiglio.

Pada 2006 sebuah geng di Sao Paulo menggunakan ponsel untuk mengoordinasikan penyerangan polisi dan bank, menewaskan sedikitnya 200 orang. Para pemimpin geng itu bermarkas di penjara dan menggunakan ponsel selundupan untuk merencanakan penjualan narkoba, penculikan, dan perampokan bank.

Maling Teriak Maling
Kamis, 2 April 2009 | 09:30 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Seorang pria ditangkap setelah ia mencuri komputer dari tempat tinggal tetangganya dan berteriak “tangkap maling” untuk mengecoh pemilik rumah.

Seperti dilaporkan Xinhua, Kamis (2/4), satu malam pada Desember, Xiong, pekerja dari Provinsi Hebei, mencuri komputer dari pondok tetangganya di Beijing dan memakai kedok untuk menyembunyikan wajahnya.

Ketika tetangganya yang masih mengantuk terbangun dan berteriak, Xiong melarikan diri, menyembunyikan komputer di tempat tinggalnya sendiri, lalu kembali ke pondok tetangganya. Dengan napas tersengal-tersengal, ia berpura-pura bahwa ia membantu mengejar sang pencuri. Sang tetangga mengetahui taktik si pencuri dan menghubungi polisi yang menangkap basah Xiong setelah menemukan komputer curian di tempat tinggalnya.

Kegirangan Menang Mahyong, Gigi Palsu Tertelan
Kamis, 2 April 2009 | 10:57 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Seorang pemain mahyong harus menjalani operasi darurat setelah ia menelan gigi palsu yang terbuat dari logam saat bereaksi kegirangan setelah menang dalam permainan itu.

Li (44), dari Guangzhou, ibu kota provinsi Guangdong, dibawa ke rumah sakit di Sun Yatsen University.

Para dokter mengatakan, gigi palsu dari logam milik Li hampir memecah batang nadinya karena gigi itu tersangkut di kerongkongannya. Teman Li main mahyong mengatakan, Li menelan gigi palsu itu ketika ia tertawa terbahak-bahak.

Katak Pertama dengan Kaki Palsu
Jumat, 3 April 2009 | 07:16 WIB

JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Seekor katak dengan nama Brullie dilaporkan sebagai katak pertama yang mendapat kaki buatan. Katak bullfrog raksasa ini dibedah dan mendapat kaki buatan setelah digigit oleh anjing.

Anne Maearns (62), penduduk Johannesburg, Afrika Selatan, mengatakan, “Mungkin orang menganggap saya aneh karena saya begitu khawatir pada katak satu ini. Melihat dia tidak bisa bergerak memang sedih sekali,” katanya kepada Telegraph.

Katak itu mendapat “tulang” baru dari logam setelah tulangnya hancur oleh gigitan anjing. “Katak kan terkenal karena kakinya, jadi pemikiran bahwa Bruille pincang tadi membuat saya merasa sedih sekali. Saya tahu jika Bruille tidak segera ditolong, dia tidak akan bisa bergerak lagi selamanya. Maka saya segera membawanya ke dokter hewan.”

Proses operasi yang unik ini dimulai dengan memberikan obat bius encer melalui kulit Bruille, kemudian mengganti kaki yang rusak tadi dengan batangan baja. (kpl)

Digugat Cerai Lantaran Dinding
Jumat, 3 April 2009 | 10:43 WIB

BERLIN, KOMPAS.com — Di Jerman, seorang istri menuntut cerai suaminya dengan alasan ia muak dengan kebiasaan sang suami yang senang bersih-bersih, Jumat (3/4).

Media lokal Jerman melaporkan, perempuan yang menutut cerai itu sudah bertahan dalam pernikahan selama 15 tahun terakhir dengan pria yang punya hobi berbenah rumah, bersih-bersih, dan menata ulang perabot rumah tangga.

Namun, tampaknya ia kehilangan kesabaran ketika sang suami merobohkan lalu membangun dinding baru di rumah hanya karena dinding yang lama tampak kotor.

Hakim pengadilan perceraian di kota Sondershausen, Christian Kropp, menjelaskan hal tersebut kepada media pada Kamis (2/4).

Ia berkomentar, “Saya belum pernah menangani kasus perceraian dengan alasan seperti ini.”


KOMPAS Lucu 30 Maret

April 2, 2009

Bayar Rp 72 Juta Dapat Gelar Master Facebook
Senin, 30 Maret 2009 | 15:45 WIB

BIRMINGHAM, KOMPAS.com — Universitas Birmingham City di Inggris sedang mempertimbangkan akan membuka program master of arts (MA) yang mendalami situs-situs jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Bebo.

Biaya untuk program ini dipatok sebesar 4.400 poundsterling (sekitar Rp 72 juta) untuk masa studi selama satu tahun yang dimulai tahun depan. Menurut Telegraph.co.uk, Senin (30/3), program ini akan mengajarkan bagaimana membuat blog dan memublikasikan podcast. Selain itu, program ini menganggap situs jejaring sosial, seperti Facebook, sebagai alat komunikasi dan marketing.

Universitas Birmingham City agaknya sudah serius dengan program ini dan sudah menayangkan iklan sederhananya di situs kampus ini. Salah satu perancang program ini, Jon Hickman, mengaku mendapat respons bagus dari sejumlah mahasiswa yang potensial mengikuti program ini.

Ia juga menjelaskan apa saja yang dibutuhkan mahasiswa untuk mengikuti kuliah Facebook ini. “Ini bukan untuk orang gila IT, semua sarana yang digunakan dalam program ini bisa diakses siapa saja,” kata Hickman.

Ia menambahkan, akan diputuskan apa yang bisa digunakan orang dalam Facebook atau Twitter. “Dan, bagaimana mereka bisa menggunakannya untuk alat komunikasi dan marketing,” kata Hickman.

Menurut Hickman, sudah banyak mahasiswa tertarik pada program itu dan itu akan menarik perhatian mahasiswa yang ingin berprofesi sebagai jurnalis dan humas.

Namun, Hickman juga mengatakan bahwa kursus itu harus memenuhi standar akademik sebelum disetujui komite pendidikan sebagai kursus yang layak diambil. “Menurut pendapat saya, program itu membutuhkan riset sinoptik dan kegiatan ilmiah yang sangat fundamental untuk tingkat master. Ini sangat relevan dan ilmiah. Ini kursus baru meski tingkat kepentingannya masih dipertanyakan,” katanya.

Kata Hickman, media sosial sangat penting bagi pekerjaan-pekerjaan di sektor marketing dan komunikasi sebagai rangkaian keterampilan pada pekerjaan lain dan sebagai sebuah industri dalam dirinya sendiri,” kata Hickman.

Selain menyangkut popularitasnya yang instan, sejumlah mahasiswa mengaku tidak setuju terhadap program itu karena dianggap terlalu sederhana. “Secara kasat mata, semua materi kursus ini sangat mendasar dan bisa dipelajari sendiri. Kenyataannya banyak orang sudah kenal soal itu. Menurut saya, ini memboroskan sumber daya universitas,” kata Jamie Waterman (20), mahasiswa asal Birmingham.

Google Ungkap Perselingkuhan
Selasa, 31 Maret 2009 | 08:39 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Seorang istri di Inggris melayangkan gugatan cerai setelah menyaksikan mobil suaminya parkir di luar rumah wanita idaman lain (WIL) melalui layanan Street View di Google.

Si istri melihat mobil Range Rover milik suaminya ketika browsing Street View dan mengamati rumah teman wanitanya. Padahal, sang suami sebelumnya pamit untuk urusan bisnis.

Perselingkuhan bukan satu-satunya peristiwa yang terungkap melalui layanan Google yang bisa menyusuri jalanan di 25 kota di seluruh Inggris tersebut. Menurut laporan The Sun, Selasa (31/3), Street View telah memicu protes karena dianggap memasuki privasi orang sejak diluncurkan pada 20 Maret.

Layanan itu sebelumnya juga menampakkan gambar seorang pria tengah keluar dari toko seks. Seorang pekerja pemerintah juga termuat sedang merokok di area larangan merokok.

Kedapatan Alkohol, Anggota Parlemen Mengaku Mengidap Diabetes
Rabu, 1 April 2009 | 06:13 WIB

WARSAWA, KOMPAS.com — Ada saja alasan yang dikemukakan Marek Latas, anggota parlemen Polandia dari Partai Keadilan dan Hukum, saat gagal dalam tes kadar alkohol yang dilakukan polisi lalu lintas Polandia. Situs web harian Gazeta Wyborca, Senin (30/3), melaporkan, pemeriksaan kadar alkohol atas Latas pada Minggu menunjukkan ada 0,7 unit alkohol dalam darah anggota parlemen dari partai oposisi ini.

Latas yang sedang mengemudi tentu menampik bahwa dia telah menenggak alkohol sebelum mengemudi. ”Saya ini pengidap diabetes. Saya memang menyantap sejumlah apel sebelum mengemudi. Saya tidak pernah kecelakaan karena saya secara rutin melakukan pemeriksaan sehingga tidak mungkin ada kadar alkohol tinggi dalam darah saya,” ujar Latas kepada polisi.

Apa pun alasannya, kasus Latas ini tetap harus diselidiki. Apakah dia menenggak alkohol atau karena memakan sejumlah apel yang membuat kadar alkohol Latas melampaui batas.

Jus apel fermentasi memang dapat digunakan untuk membuat minuman beralkohol. Polandia cukup ketat soal alkohol dengan hanya memperbolehkan batas 0,2 unit alkohol dalam darah saat mengemudi.

Bayi Jatuh dari Lantai 3 Rumah tapi Berhasil Ditangkap 2 Pria
Rabu, 1 April 2009 | 06:18 WIB

BOSTON, KOMPAS.com — Polisi di Lawrence, Massachusetts, memuji dua pria, Robert Lemire dan Alex Day, sebagai pahlawan. Kedua pria ini dipuji karena berhasil menangkap seorang bayi perempuan yang jatuh dari jendela sebuah rumah berlantai tiga, dengan ketinggian sekitar 12 meter dari tanah.

Lemire, sebagaimana diberitakan Eagle-Tribune edisi Senin (30/3), mengungkapkan, dia sedang berbicara lewat telepon seluler pada Minggu petang di luar sebuah toko piza di Lawrence, sekitar 40 kilometer utara Boston.

Secara tak sengaja, dia melihat seorang bocah muncul dari jendela di lantai tiga sebuah rumah di seberang jalan. Ayah dua anak berusia 45 tahun ini spontan langsung menyeberang jalan raya yang padat.

Dia lantas bertemu dan membujuk Alex Day (23) yang baru saja bubar dari sebuah pertemuan di rumah itu. Kedua pria ini berhasil menangkap bocah berusia 18 bulan itu sebelum tubuhnya menghantam tanah dari ketinggian 12 meter.

Ayah sang bocah tidak mengetahui keadaan anaknya karena sedang menggendong bayi yang baru lahir. Tidak diungkapkan di mana sang ibu berada.

Kepala polisi setempat, John Romero, mengemukakan, ”Pria-pria ini jelas pahlawan, tidak disangsikan lagi.”

Video Porno Siswi SMP Disebarkan di Sekolah
Rabu, 1 April 2009 | 09:18 WIB

HOLBROOK, KOMPAS.com — Polisi di Holbrook, AS, sedang memeriksa tiga siswi SMP yang membuat video porno berisi adegan hubungan intim antara dua siswa dan direkam siswa lainnya. Video itu kemudian disebarluaskan ke sekolah.

“Video itu menampilkan dua siswa yang berhubungan seksual,” kata petugas kepolisian Holbrook, Keysha Mitchell. Dia menegaskan, orang yang merekam adegan itu juga siswa SMP.

Video itu disebarluaskan di Holbrook Junior-Senior High School. Polisi mengatakan pengambilan gambar dilakukan di rumah, bukan di sekolah. Ditegaskan, pelaku dan pengedar video itu bisa dikenai UU Pornografi Anak.

Salah seorang pemeran adegan itu adalah siswi berusia di bawah 16 tahun. Kepada polisi, ia mengaku tidak menyadari dirinya direkam dengan telepon seluler. Dia bersama orangtuanya kemudian melapor kepada polisi setelah mengetahui video itu beredar luas.

Bibi Obama Cuma Tinggal 10 Bulan Lagi
Rabu, 1 April 2009 | 23:33 WIB

BOSTON, KOMPAS.com – Bibi Presiden Barack Obama yang berkewarganegaraan Kenya, Zeituni Onyango, pada Rabu (1/4) muncul di pengadilan imigrasi Amerika Serikat untuk mengajukan banding atas perintah deportasi yang dikenakan terhadapnya. Namun, Onyango sementara ini masih diperbolehkan tinggal di AS setidaknya selama 10 bulan.

Zeituni Onyango tidak memberikan komentar kepada para wartawan ketika ia meninggalkan pengadilan di Boston melalui pintu belakang setelah persidangan. Atas permintaan pengacara Onyango, persidangan itu sendiri tertutup untuk publik. Onyango, yang mengenakan jaket bulu imitasi serta kacamata hitam, dikawal oleh para petugas Pelayanan Perlidungan Federal.

Persidangan berikutnya dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 4 Februari 2010, kata Elaine Komis, juru bicara kantor eksekutif peninjauan imigrasi pada Departemen Kehakiman. “Pada saat itu ia bisa mengajukan permintaan dan pada umumnya keputusan akan dijatuhkan pada persidangan itu,” kata Fatimah Mateen dari Departemen Kehakiman.

Onyango diperintahkan untuk dideportasi dari Amerika Serikat pada tahun 2004 namun ia tetap tinggal di Boston.

Pada Desember 2008, menyusul kemenangan Obama dalam pemilihan presiden, pengadilan memperbolehkan Onyango untuk membuka kembali kasusnya.

Obama, yang memiliki ayah berkewarganegaraan Kenya serta merupakan presiden kulit hitam AS pertama, mengatakan ia tidak pernah tahu bahwa bibinya itu tinggal di Amerika Serikat secara ilegal.

Keputusan untuk menempatkan petugas-petugas federal untuk mendampingi Onyango saat masuk dan keluar dari pengadilan melalui pintu-pintu khusus, menunjukkan adanya “beberapa kekhawatiran soal keamanan,” kata Mateen.

Belum ada kejelasan mengenai siapa yang membayar biaya untuk tim pengacara Onyango.

Sejak ia diperintahkan untuk dideportasi pada 2004, Onyango tinggal di perumahan murah di Boston.

Bibi Obama itu datang ke pengadilan dengan penampilan dramatis, termasuk dengan mengenakan rambut palsu keriting berwarna merah dan emas, kacamata hitam, serta jaket semata kaki warna hitam dan baju bulu palsu. Ia berjalan memakai tongkat.